Alam Desa

Beberapa hari yang lalu, saat pagi hari aku mulai bergeges menuju Jl. Wates yang berada di barat kota Jogja. Saat itu hanya ingin pergi dan sarapan gudeg koyor.

Sambil menikmati pagi, aku mengendarai motor dengan santai. Sesekali berhenti untuk menikmati setiap perjalanannya. Tak ada agenda khusus hari itu, sehingga aku merasa bebas menikmati setiap hal yang aku jumpai dalam perjalanan dari ujung timur ke ujung barat kota Jogja.

Sesampai disana, aku berjumpa dengan Babe dan Ibu. Ya, gudeg koyor di Jl. Wates km 9 ini merupakan usaha baru Babe ku bersama Ibu. Masakan Babe memang enak dan merupakan bakat yang diturunkan dari keluarga simbah Kromo. Sedang asyik ngobrol bersama Ibu dan sesekali bantu berjualan, tetiba ada teman menghubungiku

“jalan kemana kita hari ini kak?”
“aku lagi gak ada agenda jalan, dan posisi di Jl. Wates”
“mana itu?”
“Jogja ke barat arah Kulon Progo, kalau mau jalan sini aja.”
“oke, tunggu yaa…”

Alhasil, hari itu aku pergi menyusur barat kota Jogja. Setiap perjalanannya bernuansa hijau dengan hamparan sawah yang luas. Masih asri, sejuk dan tenang. Sesekali kami berhenti dan menikmati setiap pemandangannya, berhenti pula saat hujan mulai turun. Aku tidak pandai menuliskan rasa sejuk dan segarnya perjalanan kami waktu itu. Jalan yang berliku, berkelok juga tanjakan tajam kami lalui. Sempat tidak yakin kendaraan kami mampu menapakinya namun ternyata berhasil pula.

Setiap perjalanannya membuatku merasakan kembali ke Desa. Jauh dari keramaian dan bising kendaraan bermotor. Yang aku suka, ketika berjumpa dengan keramahan setiap warganya. Meski mereka tengah asyik menanam padi di sawah, selalu menjawab setiap pertanyaan kami ketika kami kehilangan arah. Tidak sekedar menjawab, bahkan mereka selalu bertanya hendak kemana dan mengakhiri dengan kalimat “monggo mampir, pinarak.” Yang artinya, ajakan untuk singgah ditempat mereka.

Kau bisa berjalan kemanapun, entah sampai tujuan atau tidak. Namun perjalanan yang sesungguhnya adalah tentang rasa yang kau jumpai dalam setiap langkahnya.

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1910

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.