Resensi Buku Ayahku Bukan Pembohong

Ayahku Bukan Pembohong

Judul : Ayahku Bukan Pembohong
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Penulis : Tere Liye

Hakikat sejati kebahagiaan, ketika kita bisa membuat hati bagai danau dalam, dengan sumber mata air sebening air mata. Memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana dan apa adanya. Kau harus bekerja keras, sungguh-sungguh dan atas pilihan sendiri memaksa hati kau berlatih.

Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lapang, lebih dalam dan bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagian sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita.

Bagiku novel ini menyajikan banyak cerita membuat berimajinasi tentang dongeng yang dituliskan. Belajar banyak hal dari kehidupan keluarga Dam, tokoh dalam novel ini. Bagaimana memotivasi diri tertulis dalam novel ini, bahkan menginspirasi banyak nilai yang ditanamkan seorang Ayah dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Memangkas habis jika kau masih punya dendam dan benci terhadap Ayah kau.

Novel yang cocok untuk segala usia, bagiku. Membukakan hati kita untuk lebih lapang dalam menjalani hidup. Hidup yang terus berjalan, apapun kondisi yang harus dilewati dan dihadapi.

Kisah Dam, mungkin terjadi dalam kehidupan nyata kita. Aku suka sajian cerita dalam novel ini yang dibawakan oleh penulis untuk terus memaksa berimajinasi dan turut merasakan emosi dalam setiap momentnya. Dam yang dibesarkan dengan cerita dongen dan kesederhanaan hidup, justru membuat ia membenci Ayahnya. Ketika Dam menyadari semua tentang cerita dan dongeng Ayahnya tidaklah bohong, semua sudah terlambat.

Aku sendiri menjadi rindu, pada sosok Ayah dan ingin sekali bisa memeluknya. Berdamai dengan segala hal tentang Ayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.