Cerita Ombak

Seharian bebenah diri, mengumpulkan dan memilah barang-barang dirumah. Ga hanya itu saja, aku pun mulai membuka file lamaku dalam flash disk. Sudah mulai penuh dan sesak ternyata, dengan ribuan file foto yang ketika kulihat membuatku tersenyum dan tertawa sendiri mengingat kembali kejadian yang sudah lampau. Foto banyak membantu mengingat setiap momen yang pernah kita lewati, namun tak banyak membantu untuk merasakan moment itu kembali.

Sejenak ku terpaku dan terdiam melihat beberapa foto ombak bahkan video yang kurekam. Kala itu debur ombaknya begitu keras menghantam karang yang hanya diam tak sedikitpun berteriak meski mungkin rasanya seperti ditampar berkali-kali. Aku cemburu pada ombak yang terus bergerak, tak hanya diwaktu tertentu namun setiap waktu. Pagi bersama fajar, siang bersama awan, sore bersama senja dan malam bersama bintang. Setiap waktu seperti tak kenal lelah dia bergerak dan tak bosan melantunkan gemuruh ombak yang kian menderu di laut biru.

Tak bosan dan tak kenal lelah, seperti itulah aku belajar untuk terus bergerak seperti ombak.

Pantai Gesing, 2017 lagi-lagi tanpamu dan masih bersama orang-orang yang setia untuk menghibur diri, melepas lelah dan ingin menikmati alam. Namanya juga pantai, tentu saja panas. Tetapi tidak selalu membuat hati terbakar. Siang itu aku bersama mereka, bercanda dan bercerita tentang ombak Pantai Gesing, Gunung Kidul.

📷 @ladiesartventure
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1916 #nulisyuk #ayonulis #pantaigesing #ombak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.