Cerita Tentang Seseorang Yang Hadir Lantas Pergi

hari bersamanya

sumber google

Saat dia hadir menemani sepiku, kurasakan getaran dalam jiwa yang telah lama hilang.
Tak pernah kurasakan sebelumnya. Seolah tak kan pernah ada yang mampu gantikanmu yang pernah hadir dalam hidupku.
Namun, entah mengapa kurasakan berat untuk terus melangkah bersamanya.
Mungkin, karena bayangmu yang masih selalu nyata bagiku. Atau, mungkin karena sesuatu yang lain entah.. apa..
Tak pernah kumiliki keberanian seperti saat aku bersamamu.
Mungkin, karena aku takut jika harus kehilangan lagi, seperti aku kehilanganmu.
Kamu memang tak pernah sama dengam dirinya. Meski benerapa hal terlihat sama, namun ada banyak hal yang berbeda.
Yang sama hanyalah, kau dan dirinya mampu menggetarkan hatiku, melengkapiku, mengisi relung jiwaku yang hampa.
Namun aku yang tak pernah sepenuhnya membuka diriku untuknya.
Sungguh… aku hanya takut sesuatu hal terjadi lagi.
Cukup, aku kehilanganmu itu sudah cukup! Membuat hidupku kacau, hilang arah, hilang makna.
Biarlah rasa ini, aku yang simpan entah sampai kapan. Dan biarlah dirinya tetap menjadi seseorang yang hanya bisa aku kenal jauh, tidak untuk jadi nyata dalam hidupku.

Hari bersamanya, 17 November 2019

Rapuh

sumber google

Keraguanku tenfangnya terjawab. Itu lantaran dia yang hadir mengisi kehampaan jiwaku memiliki seseorang dalam hidupnya.
Seketika dunia ku terbalik, seperti perahu nelayan yang dihantam gelombang tenan nan dahsyat.
Gelombang hebatnya membuat diriku yang basah oleh percikan deras air laut, lantas membalikan perahu yang selama ini membawaku mengarungi hari demi hari berdamanya. Seketika dalam sekejab mata …
Teriakan ku seolah tak ada yang dengar di tengah lautan. Menangis pun tak lagi mampu lantaran air laut membuat mataku pedih, membuat nafasku tersengal mencoba bertahan dalam riak gelombang di tengah lautan.
Kini aku sendirian, terombang-ambing oleh gelombang dì tengah lautan, tanpa aku tahu kemana akan berlabuh, menepi ke darat.
Tak ada lagi perahu yang membawaku. Hanya deburan ombak yang ku dengar membawa ku bersama gelombang di tengah lautan.

Rapuh, 27 November 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.