Resensi Buku Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

tere liye.jpeg

Buku : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama 

Penulis : Tere Liye 

Kalau kamu sedang merasa tertekan karena keadaan, aku sarankan untuk membaca buku ini. Kamu akan tau sebuah perjalanan hidup yang tak hanya untuk meratapi diri namun hidup yang terus hidup dengan berbagai caranya untuk bertahan dan melanjutkan setiap cerita kehidupan yang sudah digariskan. Kamu bisa mengubahnya dengan usaha dan tekad.

Aku cukup terkesima dengan tokoh yang ada dalam novel ini, Tania. Seorang anak yang terlunta di jalanan namun berubah menjadi sosok yang mengagumkan dengan sederet prestasi yang ia raih dalam setiap kesempatannya. Ia tak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang datang dan ditawarkan. Kisah yang memotivasi banyak hal ini dibalut dengan kisah klasih hati yang tertambat oleh cinta. Sayang kisah cinta yang tertoreh tak sehebat prestasinya dalam setiap pendidikan dan karirnya. Perjuangan dalam keluarga Tania yang membuat iba saat ia, adik dan ibunya harus hidup di rumah kardus sepeninggalan ayahnya. Kemudian perjumpaan Tania dengan seseorang yang menjadi malaikat dalam keluarganya. Aku percaya setiap kita memiliki malaikat pelindung dan ada banyak malaikat-malaikat penolong yang Tuhan kirim melalui alam semesta untuk membantu kita dalam banyak hal. Dalam kisah Tania ini, malaikat penolong dalam keluarganya benar-benar mengubah kehidupan dan masa depan Tania. Pelajarannya sih bukan lalu karena ada si malaikat penolong tetapi karena tekad yang dimiliki Tania untuk terus berjuang. Tak lantas mulus begitu saja, Ibunya kemudian meninggal saat usia Tania dan adiknya Dede bisa dibilang masih kecil. Dari kisah ini aku merasa lebih beruntung karena Ibuku meninggal saat usiaku sudah dewasa. Setiap kita akan mengalaminya, ditinggal oleh orang yang paling disayang, hanya soal waktu saja. Percayalah semua itu hanya sesaat karena hidup harus tetap berjalan. Proses demi proses dilalui Tania dalam hidupnya hingga ia menyadari perasaan hatinya pada si malaikat penolong keluarganya itu, oom Danar begitu mereka memanggilnya. Seperti apa pergulatan dalam hati Tania dan bagaimana menyikapinya? Akan lebih seru kalau kamu baca sendiri novel ini yaa…

Kesimpulannya hidup harus terus berlanjut namun bukan hidup yang sekadar hidup. Hidup yang menghidupi bukan sekadar melakukan tanpa mengilhami, tanpa memaknai.

Selamat membaca. Salam literasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.