Dunia Maya Dunia Tanpa Batas Ruang dan Waktu

Dunia maya sekarang ini sudah seperti dunia nyata. Tak ada lagi batasan jarak dan waktu. Bedanya hanya tentang sentuhan. Aku mengenal begitu banyak teman-teman di dunia maya, persianya sejak belum ada media sosial seperti sekarang. Dulu baru ada IRC (Internet Relay Chat) lalu disusul dengan era Yahoo Massenger dan seterusnya. Bagiku ngobrol melalui IRC memiliki keasyikan tersendiri, karena aku bebas berbicara apa saja kala itu. Tanpa harus membuka jati diriku yang sebenarnya. Menthoknya kalau ada yang kepo dan tahu caranya, mereka hanya bisa membaca IP yang aku gunakan. Lantas mengetahui di mana kota IP yang aku gunakan.

Ahh… Pada masa itu, aku ingat. Supaya lebih aman, tidak terlacak dari mana asal dan tempatku berada ketika sedang chating, aku menggunakan PSY BNC. Gunanya adalah untuk menyamarkan IP. Seru sih. Saat masih aktif dengan IRC aku mengenal bahkan belajar dari mereka tentang banyak hal. Tentang berteman tanpa mengetahui identitas asli mereka. Namun, gak pelit dalam ilmu. Tentunya seputar IRC. Namun dapat berkembang ke banyak hal. Dan semua yang disampaikan lewat IRC tentunya dalam ketikan chat yang bertumpuk dengan obrolan orang lain, jadi harus teliti membaca, kalau tidak ga akan nyambung obrolannya.

Oh ya, satu hal lain yang menarik adalah saat chat menggunakan IRC kita ga tau gender sebenarnya. Karena biasanya nick yang digunakan belum tentu sama dengan asli gendernya. Contoh nick yang digunakan biasanya : zeth, upi, sephia dan masih banyak lagi lainnya. Bagaimana kita bisa mengindentifikasi nama tersebut, biasanya dilihat dari gaya ketikan saat chatting. Pakai nama zeth bisa diidentifikasi sebagai perempuan atau laki-laki tergantung dari ketikan yang ia pakai saat chat. Beda dengan media komunikasi jaman sekarang. Bisa video call, voice note untuk dapat membukti ia seorang perempuan atau laki-laki. Minimal nih yaa, kemungkinan berbeda itu sangat minim. Namun dalam dunia chat IRC sangat-sangat random. Hanya mereka yang intensitasnya tinggi yang dapat menebak dengan tepat siapa sebenarnya dibalik nick tersebut.

Banyak hal yang menarik kalau membahas soal chat IRC. Ga ada photo, ga pakai video, ga dengar suaranya, hanya dengan rangkaian kata yang diketikan. Ya, itu membuatku belajar untuk mengenali, memahami setiap orang yang lagi chatting di room dari setiap kata dan gaya penulisan mereka. Jikalau mereka ganti nick, aku akan dapat mengenali siapa dia dengan melihat gaya penulisan yang digunakan. Meski kadang dipandang sebelah mata karena nick yang dipakai dalam IRC dulunya nick yang kurang sopan, yang mengandung unsur-unsur tidak senonoh gitu. Tapi sebenarnya kalau mau belajar tentang berpikir positive nih, banyak hal yang bisa kita dapat dari IRC. Aku sendiri sudah mengalaminya. Selain harus belajar untuk membaca, menulis kata dalam ketikan, berkata yang baik, belajar berteman tanpa melihat latar belakang, dan masih banyak lagi. Bagiku berteman ya berteman saja. Dengan siapa saja tanpa harus melihat latar belakang mereka apa. Percaya atau tidak, aku seringkali dipertemukan dengan orang-orang baik dari dunia maya ini. Sebenarnya bukan dunia maya yang buruk, namun bagaimana kita dapat memposisikan diri kita di dalam duni maya menjadi kunci terpenting.

Dunia maya dunia tanpa batas, namun bisa menjadi tempat yang asyik untuk berkomunitas tanpa harus membuka identitas. Bagiku dunia maya saat ini sudah lebih modern dan tipis sekali dengan dunia nyata. Sehingga mengatur emosi saat berada di dunia maya itupun perlu dilakukan sama seperti kita berada dalam dunia nyata. Supaya kesehatan jiwa penggunanya tetap terjaga. Selamat berselancar di dunia maya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.