Happy Holiday Picnic – Denpasar Bali 2015

Memasuki tahun 2015 ucap syukur buat hari, minggu dan bulan yang luar biasa, gak terasa sudah memasuki bulan April 2015 nih… Senang, haru, riang, sedih mewarnai hari demi hari delta.
Kali ini delta hanya ingin sekali mewujudkan impian simple dan sederhana delta, yang sekian tahun lamanya tertunda. Yaa, delta ingin sekali bisa pergi ke pulau bali, karenaa dulu sewaktu delta pergi sekitar 20 tahun yang lalu, belum bisa ngerti apa itu bali dan gimana menikmatinya dan apa saja yang delta bisa lihat dan pahami selama ada disana. Hiks.. beberapa kali ada kesempatan juga belum bisa delta pergi kesana.
Puji Tuhan akhir maret 2015 kemarin, delta mewujudkan impian delta tersebut. Delta seperti mimpi dan ga nyangka bisa mewujudkan impian itu. Delta hanya sering teringat oleh nasihat ibu, ta..kalau kamu pengen sesuatu belilah, kalau kamu pengen melakukan sesuatu lakukanlah dengan mengerti batasannya karena kamu sudah dewasa dan kamu sudah kerja, sesekali kamu boleh nyenengin diri kamu sendiri, jangan ditahan-tahan. (Dear god, delta kangen sekalii dengan ibu, Tuhan jagain ibu disana yaa… titip salam kangen ini…) Oleh karena hal itu, delta akhirnya memutuskan untuk yak, sekali waktu delta ingin melihat dunia diluar sana, ingin sekali melihat bumi dari dalam transportasi udara.

Pagi itu, cuaca cerah ceria namun hati delta berdegup kencang karena hari itu delta akan berangkat ke tempat yang delta ingin tuju. Hehe… jam 09.00 delta berangkat dari rumah menuju stasiun lempuyangan untuk pergi ke bandara Adi sumarmo Solo (alasannya tiket dari solo menuju denpasar lebih murah daripada dari jogja ke denpasar)
Singkat cerita menikmati sekali perjalan dengan kereta api ekonomi AC walo berdiri, namun cukup terhibur oleh penumpang gerbong yang kebetulan berisi adik-adik PAUD dari rewulu yogyakarta. Adik-adik ini cukup senang sekali, bercanda tawa sesekali berlari disekitar lorong. Namun ada beberapa anak yang belum terbiasa menikmati perjalanan dengan kereta api. Sesekali saya ngobrol dengan penumpang lain (emang dasarnya saya ga bisa diem nya, pengen nanya ini ituu.. hehe) Mereka sengaja melakukan perjalan dari yogyakarta ke solo lalu pulang lagi ke yogyakarta, dengan tujuan memberikan pengenalan kepada anak-anak usia dini tentang transportasi darat kususnya untuk kereta api. Sambil mereka bernyanyi, naik kereta api… tut..tut..tut siapa hendak turut, ke bandung, surabaya, bolehlah naik dengan percuma. Ayolah kawanku lekas naik, kereta ku tak berhenti lama. Hehehe… senangnya melihat mereka.

Saya sempat ditawarin tempat duduk oleh mas-mas di depan saya, namun saya menolak karena sudut pandang dimana ssaya berdiri ini adalah tempat paling pas untuk melihat sekeliling gerbong. Namun memang yaa, Tuhan itu baik, ternyata ada tempat duduk kosong di seberang bangku mas yang tadi nawarin saya untuk duduk ditempatnya. Namun ga lama saya duduk, ibu disebelah saya dengan 2 anaknya yang tadinya asyik berdiri rupanya sang anak mulai mengantuk, sehingga saya menawarkan bangku saya untuk dipakai saja. Indahnya berbagi, dan saya senang melakukan hal ini. Tak lama saya kembali lagi berdiri ditempat saya berdiri semula, yang memang kebetulan sudah hampir sampai Stasiun Purwosari Solo.
Tepat jam 10.20 saya sampai Stasiun Purwosari. Untuk selanjutnya delta diantar teman ke bandara. Selain delta belum checkin delta juga tidak ingin terlambat dalam penerbangan pertama delta ini. Hahay … jam 11.00 saya dan teman duduk santai dulu di lobby bandara, sambil menunggu waktu. Bercerita dan bercanda. Jam 12.00 delta harus sudah harus berada di dalam, akhirnya say goodbye dengan teman delta. Jam 12.55 terbanglah pesawatku. Dalam waiting room, delta sempat bersebalahan dengan 1 keluarga suami istri dan anaknya yang berusia 3 tahun yang juga hendak menuju ke bali untuk liburan. Namun kami berjauhan tempat duduk. Delta duduk bersebelahan dengan seorang bapak-bapak yang berusia kurang lebih 50 tahun gitu, kalau dari tampangnya siy… hehe ternyata bapak disamping delta ini, cukup asyik, dan banyak berbincang, sehingga perjalan 1 jam lebih delta ga menjadi tidak berasa, karena banyak petuah yang bapak Kiam sampaikan. Namanya bapak Kiam, beliau anak pertama dari 6 bersaudara, saudara perempuannya hanya 1 dan sudah meninggal sekitar 5 tahun yang lalu karena kanker payudara. Memilik 2 orang anak, yang pertama perempuan dan yang kedua laki-laki. Dalam mendidik anaknya beliau sampaikan, yang terpenting adalah mengajarkan kepada mereka untuk berani mengambil keputusan, dan sejak dini mereka diajarkan untuk hidup mandiri. Beliau aslinya bandung, namun saat ini tinggal di solo dan memiliki tempat tinggal juga di bali. Prinsip hidupnya adalah menikah hanya sekali dalam seumur hidup. Oh… bapak ini membuat saya terkagum dengan cerita hidup nya. Saya senang sekali bisa berkenalan dengan bapak, dan saya berharap suatu saat bisa bertemu kembali yaa bapak Kiam…

Featured image

Jam 15.00 delta sampai di bandara Ngurah Rai (waktu di bali selisih 1 jam yaa dengan jogja)
Berjalan menuju pintu keluar, hmm cukup lumayan luas juga yaa bandara di denpasar bali. Saya sempat bingung juga siy, mau menuju mana hehe, Cuma jalan ikut arus aja, lalu banyak taxi yang sudah mengantri menawarkan untuk mengantarkan. Namun delta pilih yang rada diluar sana saja, ketemu dengan bpk Made namanya, dan mengantarkan saya ke penginapan dengan biaya taxi 60rb an, sempat terjadi tawar menawar juga siy, dari penawaran awalnya 150rb hehehe…
Delta menginap di Amaris Legian, sengaja mencari di daerah Legian, yang dekat pantai juga.
Sampai di hotel, delta langsung menunjukan bukti booking hotel dari travel agency yang sudah membantu delta mulai dari perjalanan dan penginapan selama di bali. Setelah dapat kamar, delta bergegas ganti baju, karena tidak ingin melewatkan suasana sore dan menikmati sunset di pantai. Sempat rebahan sebentar karena merasa capek juga siy hehehe…
Setelah bergegas untuk menuju pantai, dan wow… ternyataaa… perjalanan menuju pantai itu cukup dekatt sekaliii, dengan berjalan kaki hanya 7 menit sampai di legian beach.
Pantai di bali ga pernah sepi, selalu ramai dan selalu ada saja aktifitas yang dilakukan oleh para bule maupun domestik juga penduduk lokal. Mulai dari hanya duduk-duduk sepeti saya ini, sampai surfing dan berenang di pantai dengan anjing piaraan yang mereka bawa. Oh yaa, kalau di yogyakarta kita dapat dengan mudah menjumpai kucing yang berjalan sliweran kemabalna-mana, kalau di bali kita dapat dengan mudah menjumpai anjing. Anjing di bali seperti kucing di jawa, berkeliaran dimana-mana. Sore itu saya begitu menikmati udara senja di pantai legian, sambil saya berjalan dari utara ke selatan. Sesekali berhenti untuk menikmati luasnya laut didepan pandangan mata saya.

Featured image

Pantai legian begitu ramai, namun deru ombaknya seperti hanya berbisik sore itu, begitu luas namun hampir tak ada angin yang bertiup kencang. Sangat beda sekali dengan pantai yang biasa saya kunjungi di wonosari gunungkidul. Menikmati sore itu pikiran saya melayang pada banyak hal yang selama ini saya sudah lakukan, sudah pernah saya kerjakan. Dan saya belajar sesuatu sore itu, dimana kita duduk saat memandang senja sore itu memang nampak indah, namun jauh lebih indah apabila kita mulai beranjak dari tempat duduk kita, dengan berdiri kita dapat lebih leluasa mendang senja dan laut yang begitu luas, apalagi kalau kita mau bergeser dari tempat kita, kita akan menjumpai indah nya senja dari sudut yang berbeda. Disini saya seperti diingatkan tentang apa yang sudah saya capai dalam pekerjaan saya selama ini, jangan berhenti dan diam dalam posisi saat ini saja, ya mungkin saya sudah merasa nyaman namun saya mesti bergeser dan mulai beranjak dari tempat saya untuk melihat dari sudut yang lainnya, mungkin ditempat saya saat ini memang tidak nampak celah, namun barangkali ada celah yang tidak terlihat karena yang saya pandang itu berbeda.
Selalu ada hal yang alam ingin sampaikan kesetiap kita, dalam kehidupan kita masing-masing. Hanya diperlukan kepekaan untuk dapat menangkap makna dibalik semua pertanda yang alam sampaikan.
Sebelum benar-benar gelap, saya memutuskan untuk beranjak meninggalkan pantai legian, yang kala itu masih ramai dengan segala macam aktifitasnya. Karena jalan setapak yang saya harus lalui cukup sempit dan lorong sangat gelap, saya seperti berjalan dalam lorong-lorong hampa, namun entah saya merasa tidak takut berjalan sendirian, dan sangat menikmati langkah demi langkah kaki saya.

Saya hanya ingin berjalan saja, sebelum sampai hotel saya mengambil arah memutar sambil jalan-jalan melihat-lihat sekitar, ini cara saya beradaptasi dengan lingkungan baru, berjalan dan hanya mengamatinya, jarang sekali bertanya kepada orang disekitar dan hanya melemparkan senyuman kesetiap orang yang berpapasan dengan saya. Dengan langkah pasti namun santai saya terus berjalan, meninggalkan keramaian legian, entah sampai dimana saya mulai merasa kok rasanya saya salah jalan, hehe… saya coba buka HP dan lihat map namun saya bingung dengan arah yang ditunjukan oleh map. Lalu saya masukan lagi HP saya, dan saya memilih berjalan mengikuti kata hati kecil saya, sampai pada akhirnya saya membaca nama jalan padma dan jalan padma timur, yeay itu artinya saya tinggal mengikuti jalan tersebut untuk sampai ke hotel, haha… hampir tidak ada rasa takut dan kawatir ketika saya melangkah sendirian, karena di area ini sangat ramai dengan cafe dan bar juga penjual aksesoris, hotel dan resto. Meski saya lapar karena sudah waktunya makan malam, saya enggan untuk makan di cafe dan bar yang ada, tidak ada rasa ingin mencici ataupun terpaksa makan disana, hahaha karena saya tau pasti harga nya mahal dan ga cocok buat kantong saya ini..
Sampai di hotel setelah berkeliling lumayan lama sekitar 2 jam berjalan kaki, saya rebahan sebentar lalu mandi. Selesai mandi perut saya rasanya sudah tidak bisa tahan lagi untuk makan! Saya putuskan untuk menuju salah satu cafe dan mencoba memilih yang cocok dan sesuai. Sempat masuk kelorong-lorong gang kecil namun berakhir pada gang buntu, saya puter balik lagi tanpa ragu. Dalam perjalan hampir tidak ada cafe yang menurut saya oke. Sampai pada akhirnya saya melihat ada warung yang penuh bule, namun settingan tempatnya sangat sederhana dan biasa saja, saya putuskan untuk makan disana. Dan taraaa…. benerkan ini warung, hehe menunya saja ada gado2 wakwkwkw… gak nyadar kalo ternyata saya ada di warung jogja , ampun dah… meski saya di bali namun hati ini sepertinya sudah melekat di jogja yaa… saya pilih nasi campur, menu yang beda sendiri lah dari sederet menu lainnya yang jogja banget gitu. Hehe… yes 20rb kenyang denga makan dan minum karena dapat diskon dah dari ibu nya yang berjualan, mengingat sama-sama orang jogja. Thanks god luar biasaa!! Senang dan puas…

Selanjutnya saya hanya menikmati malam dengan bersantai…
Malam itu saya juga sempat bertemu dengan teman lama, yang sekarang ini dia baru di promo kan menjadi Project Manager di perusahaan tempat dia bekerja, dan masih berbau IT gituuu… So pembicaan kami malam itu yaa pastilah seputar IT servic emanagement dan Project Manager telkomsel. Singkat cerita, Tuhan itu begitu baik buat delta, karena tak pernah sekali pun Dia membiarkan delta sendirian, ini terbukti dalam pekerjaan delta selalu mendapat pendampingan, tuntunan dari teman-teman yang entah gimana kok yaa bisa membantu delta dalam pekerjaan delta, karena delta bekerja di IT dimana jurusan tersebut tidak ada hubungan sama sekali dengan background pendidikan delta, yaitu broadcasting. Tepok jidat dahh…. komunikasi ke komputer beda jauuhh, yang sama Cuma KOM nya doang. Hehehe… yes!! Tuhan itu baik jadi jangan kawatir dengan setiap apapun yang harus kita hadapi. Burung pipit yang kecil saja Tuhan pelihara, apalagi kita manusia yang DIA ciptakan begitu berharga. So, jangan pernah takut dan kawatir untuk melangkah dan mengambil keputusan, Tuhan selalu menyertai Kita. Immanuel. 
Hari kedua bersambung yaa…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.