Hijaukan Bumi

Pagi ini aku berencana untuk menyelesaikan membaca beberapa buku yang belum terbaca. Tak ada agenda khusus, dan beraktifitas seperti biasanya saja. Sudah kulewatkan beberapa pagi termasuk pagi ini tanpa joging di dusun sebelah. Karena dusun tetangga lebih hijau. Masih banyak petak sawah dan kebun, menambah segar udara saat aku lari pagi. Jalannya pun nyaman karena tidak banyak kendaraan yang melintas. Aku berharap petak-petak sawah ini tidak dijual oleh para pemiliknya dan menjadi petak sawah yang produktif akan hasil bumi.

Sudah jarang kita jumpai petak-petak sawah nan hijau subur menyejukan dan menyegarkan. Yang kita dapat jumpai sekarang ini petak-petak rumah yang berdiri kokoh dengan tembok-temboknya yang tinggi. Terlintas dalam benakku, setiap orang butuh tempat tinggal sehingga lahan pertanian pun berubah menjadi bangunan rumah untuk tempat tinggal.

Awalnya mereka tinggal dalam satu rumah, Bapak, Ibu dan Anak. Setelah anak tumbuh menjadi dewasa kemudian menikah, maka akan diperlukan lahan untuk mendirikan rumah baru begitu seterusnya. Sehingga lahan-lahan pertanian dan petak sawah pun akan berubah, suka atau tidak suka. Belum lagi, ada diantara mereka yang tak hanya memiliki satu rumah. Bisa kebayangkan, makin lama hijau daun itu akan berubah dengan warna hijau cat tembok rumah.

Mungkin ada yang berpendapat, “ahh itu urusan nanti saja, yang penting bagaimana kita sekarang.”
Oke, terlalu jauh mungkin gambaran yang aku sampaikan. Tetapi itulah yang akan terjadi jika kita tidak mau menyadarinya dari sekarang. Karenanya diperlukan kesadaran akan pelestarian lingkungan supaya bumi ini tetap hijau. Setidaknya anak cucu kita masih memiliki kesempatan untuk menikmati hijaunya daun dan serunya bermain dan belajar bersama alam. Masih bisa melihat bunga yang indah dihalaman rumah bahkan disetiap jalan yang dilalui.

Kita bisa melihat sekarang ini upaya pelestarian lingkungan diberbagai sektor. Banyak kita jumpai kebun bunga untuk bersantai sambil menikmati teh dan hasil bumi. Tidak hanya itu, biasanya mereka juga menyediakan berbagai macam bibit tanaman. Kita dapat membelinya lalu menanam dalam pot, sisakan sedikit lahan rumah untuk bercocok tanam atau berkebun. Membuat taman bersama warga kampung, menanam tanaman obat dalam satu kompleks perumahan atau satu RT (rukun tetangga) dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan. Asalkan ada kemauan pasti ada jalannya.

Adalah hal baik kalau kita bisa tetap melestarikan alam, minimal hijaukan lingkungan sekitar kita. Di rumah, di sekolah, di kantor, di kampung dan lingkungan terdekat kita.

📷 By me
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1911

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.