Hikmah Dibalik Wabah – Digital Technology

artha.nulis

Tidak mudah mengambil langkah dan sikap dalam masa sulit seperti seperti sekarang. Di saat Virus Covid-19 merajai seluruh bumi ini terguncang. Masing-masing negara melakukan banyak cara untuk menyelamatkan warganya. Indonesia Negaraku tercinta pun melakukan berbagai cara dan menghimbauan untuk kami rakyatnya menjaga kebersihan diri, menjaga jarak antara satu dengan yang lain secara fisik. Mungkin aku sedikit meluruskan dari apa yang pernah aku tulis, sosial-distance aku rasa lebih tepatnya Physical-Distance. Yang diberi jarak adalah fisik kita, namun secara sosial kita semua harus tetap dekat, harus tetap punya empati, harus saling menguatkan meski ada jarak diantara kita secara fisik. Meski demikian tak mudah mengatur warga di Indonesia ini, sehingga Pemerintah pun memberlakukan WFH Work From Home. Ada mungkin yang merasa senang namun ada juga yang resah dengan hal ini. Beberapa pekerjaan tidak mudah dikerjakan dengan WFH Work From Home, tidak cocok, akhirnya ada kebijakan yang disesuaikan oleh perusahaan.

Badai pasti berlalu, doa kita bersama saat ini. Namun, setiap hal yang terjadi di bumi sejatinya sudah diatur sang empunya Kuasa, semesta sudah memberikan takdir bahwa semua harus terjadi. Beberapa minggu merenungkan dan merefleksikan apa yang sedang terjadi, membuatku mengerti. Bahwa ada hikmah dari wabah.

Pertama, aku pribadi menjadi lebih menjaga kebersihan dan kesehatan secara pribadi.
Kedua, membuat aku mendengarkan nasihat orang lain, juga saling memberikan nasihat dan mengingatkan, saling peduli.
Ketiga, disaat keadaan tidak lagi bisa dikontrol dan dikendalikan, membuatku semakin dekat pada yang kuasa, doa menjadi tempatku berlari saat tak ada lagi yang memahami.
Keempat, membuatku memiliki banyak waktu bersama keluarga, karena lebih sering di rumah. Meski awalnya aku kesulitan memberikan pengertian pada keluarga di rumah, akhirnya mereka mau dengar dan saling menjaga. Satu kemajuan yang membuat aku bahagia, sesederhana dan sesimple itu.
Kelima, aku mulai mempelajari beberapa digital teknologi yang bisa aku gunakan untuk mempermudah pekerjaanku. Karena ada tanggungjawab yang harus tetap dilakukan dan tetap harus berada di rumah. Setidaknya membuatku melek teknologi. Aku akan membahasnya nanti, meski tidak semua.

Nah, berbagai hal yang terjadi meski membuat sedih dan menangis pasti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Tetap berpikir positif dan carilah hikmah untuk dirimu, bisa jadi itu gak sama dengan apa yang aku dapat.

Berikut ini adalah beberapa alat kerja dari rumah saat Physical-Distance, yang aku tahu meski tidak semua aku gunakan

Terkait untuk kebutuhan video conference, bisa menggunakan :
1. Cisco Webex
2. Zoom
3. Bluejeans
4. Google meet
Aku menggunakan Google Meet untuk wawancara atau presentasi. Dalam Google meet selain bisa video untuk saling bertatap muka, juga berbicara, dapat menampilkan apa yang kita lihat pada layar  monitor, sehingga orang lain yang diseberang bisa melihatnya juga. Cocok untuk presentasi secara online.
5. Microsoft teams

Terkait kebutuhan penyimpanan data internet (cloud storage), bisa menggunakan :
1. Google drive
Aku menggunakan Google drive untuk menyimpan semua file yang aku update setiap saat. Sehingga kapan pun dan dimana pun aku perlukan aku bisa mengaksesnya. Aku mengkombinasikan offline dan sinkronisasi otomatis secara online. Karena pada saat aku melakukan update file akan lebih mudah dilakukan saat offline lalu menyimpannya pada saat proses simpan file tersebut akan otomatis tersinkron dan terupdate.
2. Microsoft Onedrive
3. Dropbox
Aku menggunakannya untuk menyimpan file yang tidak memerlukan update. Misal file photo dan video.
4. Mega

Terkait kebutuhan chat group online, bisa menggunakan :
1. Telegram
2. Whatsapp
3. Dingtalk
4. Slack
Aku menggunakan Telegram, WhatsApp dan Slack. Perbedaan Telegram dan WhatsApp bisa kamu baca juga di blog aku ini. 12 Keunggulan Telegram.

Terkait kebutuhan remote desktop via public internet, bisa menggunakan :
1. Teamviewer
2. Anydesk
Dulu aku menggunakan TeamViewer namun saat ini menggunakan Anydesk karena kebanyakan client menggunakan Anydesk. Secara prinsip gunanya adalah untuk meremote dekstop. Jadi misal aku ingin tau apa yang dikerjakan teman sebelahku, aku bisa menggunakan tools ini. Namun diperlukan ijin dari dekstop yang akan kita remote. Sehingga perlu dipastikan, bahwa tools yang digunakan adalah sama dan sebelum melakukan remote kita harus mendapatkan ijin dengan memberikan kode TeamViewer atau Anydesk yang kita gunakan. Tidak hanya melihat namun kita bisa mengoperasikan dekstop tersebut dari jarak jauh.

Terkait Voice group online, bisa menggunakan :
1. Team Speak
2. Discord
Dulu awalnya aku menggunakan Team Speak Karena coba-coba. Lalu aku tau kalau ternyata Team Speak digunakan sebagai media komunikasi gamers untuk Main bareng (mabar). Selain itu aku menggunakan Team Speak untuk karokean bareng temen secara online. Seru aja sih, lebih irit datanya.
Sekarang aku menggunakan Discord, secara fungsi sama. Sebagai alat komunikasi suara dalam group. Kesan yang didapat meski secara fisik berjauhan namun terasa ada disebelah karena saling terhubung dan dapat mendengarkan gerak gerik satu dengan yang lain. Yaa kalau Mau kentut matikan dulu lah voice nya supaya ga kedengeran… Tampilan discord lebih kece dari pada Team Speak.

Nah, jika ada yang kalian tahu bisa ikut menambahkannya. Silakan hubungi aku melalui kontak di blog ini. Semoga bisa membantu kita semua saat melakukan pekerjaan dari rumah.

Salam Waras dan Tetap Cerdas!





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.