Jendela untuk Melihat Dunia

Dan tibalah hari kamis, yaa seminggu sekali aku rutin mengunjungi perpustakaan daerah. Tentu saja untuk membaca dan pinjam buku. Maklum belum cukup mampu untuk membeli sederet buku favorit jadi ya pinjam dulu ajalah. Aku tetiba menjadi rajin mengunjungi perpustakaan daerah entah sejak kapan. Bukan saja tempatnya yang nyaman, namun lebih karena aku butuh membaca lebih banyak. Meski terkadang koleksinya belum update.

Aku hampir tak pernah absen untuk mengunjungi perpus, malah terkadang jika buku yang kupinjam lebih cepat selesai kubaca aku bisa dua kali ke perpus dalam satu minggu. Jujur aja kebiasaan ini terbentuk karena ajakan kawan baikku yang setiap kali ketemuan mintanya ketemu di perpustakaan daerah. Kamu menyebutnya tempat meet up. Ahh kamu, terima kasih ya sudah mengenalkanku tempat ini dan membuatku betah untuk sering mengunjunginya.

Berbagai macam koleksi ada di Grhatama Pustaka nama perpustakaan daerah Yogyakarta atau dapat di singkat GTP. Aku palinh sering mengunjungi ruang baca umum di lantai dua dan koleksi buku langka di lantai tiga. Koleksi buku langka tidak pernah diijinkan untuk pinjam bawa pulang, semua buku di sana hanya boleh dibaca di tempat.

Selain membaca buku, aku juga sering menonton film yang sedang diputar di ruang audio visual. GTP yang terletak di Jl. Janti, karangjambe, Banguntapan Bantul, Yogyakarta atau lebih tepatnya di sebelah timur JEC (Jogja Expo Center) ini rutin memutar film sejarah. Satu hari ada tiga kali penayangan dengan judul berbeda. Aku hanya menonton film saat tergerak untuk menonton saja. Mengikuti kata hatiku lebih tepatnya. Meski asyik baca, aku tak pernah lepas memasang telinga untuk mendengar pengumuman, termasuk pengumuman film apa yang hendak diputar. Sehingga tak jarang aku keluar ruangan ketika aku ingin menonton film, dan masuk kembali untuk melanjutkan membaca. Membaca buku perpustakaan tidak diperbolehkan di luar ruangan. Seringkali ruangan penuh dan kesulitan mencari tempat membaca yang masih lengang.

Banyak hal positif yang aku dapat di sana, karenanya aku menjadi betah dan membuat agenda rutin sendiri untuk membaca. Sekarang lebih sering membaca di sore sampai malam. Dengan alasan lebih sepi aja. Tapi pernah juga suatu ketika di malam hari, ruang baca umum penuh dan akhirnya aku asal ambil tempat saja untuk membaca asalkan tidak mengganggu akses jalan. Biasanya sih ambil sudut-sudut ruangan.

Ohya, tersedia banyak loker pengunjung. Karena tidak diperbolehkan membawa tas, apalagi makanan dan minuman kalau kita mau masuk ke ruang-ruang baca dan koleksi buku. Datang ke resepsionist dengan membawa KTP atau kartu identitas dan mereka akan memberikan kunci loker. Jangan lupa setelah itu mengisi buku tamu, sudah tersedia dua komputer untuk buku tamu di pintu depan, dan satu komouter di pintu belakang kalau kita masuk dari belakang. Kemudian taroh semua perlengkapan kita di loker sesuai dengan nomor yang tertera dalam kunci. Bawalah buku alat tulis seperlunya, kalau aku biasanya bawa tas mini kecil untuk naruh HP, buku kecil dan alat tulis. Sebelum masuk ruangan taroh alas kaki mu dalam tas yang sudah disediakan dan bawa masuk ke dalam jangan ditinggal. Kemudia sekali lagi kamu harus mengisi buku tamu secara manual. Jangan malu bertanya jika kamu memerlukan bantuan untuk mencari buku tertentu. Mbak dan mas penjaga yang ramah akan membantu dengan senang hati. Atau kamu bisa gunakan komputer yang ada untuk mencari informasi ketersediaan buku yang kamu butuhkan. Bisa jadi koleksi buku yang kamu cari ada di ruang baca yang lainnya.

Perpustakaan adalah salah satu jendela untuk kamu bisa melihat dunia. Jangan berhenti membaca. Kunjungi dan Jadi Tahu Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.