Kamu Memberi Apa

Kamu dapat memberi dengan hartamu, Kamu dapat memberi dengan waktumu, dan Kamu dapat memberi dengan hatimu.

Disaat aku pulang menuju rumah sore ini, terlintas dalam lamunan ku tentang apa yang kita miliki didunia ini hanyalah sementara. Yaa.. semuanya! Semua yang kita miliki didunia ini tidak ada yang abadi. Sepatu yang kita miliki bisa saja usang dan tidak dapat dipakai lagi. Bahkan orang-orang yang kita cinta didunia ini, juga enggak ada yang abadi.
Kemarin sore, Papa dari teman ku (sebut saja Dee) meninggal dunia. Dee, kehilangan orang yang begitu dia cinta, rasanya sedih sekali. Aku tau betul bagaimana rasa kehilangan orang yang paling di cinta, karena aku pernah merasakannya saat Ibu aku meninggal.
Saat aku tau enggak ada yang abadi di dunia ini, tetiba muncul sebuah pertanyaan dalam benak ku “Apa yang sudah kamu beri untuk dunia ini?”
Saat itu aku enggak sengaja meneteskan air mata, dan berbisik dalam hati “Tuhan, aku enggak punya apa-apa yang bisa aku berikan.”

Sebelum sampai dirumah, aku mampir kepenjual Bubur Kacang Hijau dan membeli ketan hitam kesukaanku.
Teringat akan banyak hal yang terjadi dalam hidupku, kelam nya seperti ketan hitam yang aku makan. Namun manisnya seperti syrup yang bercampur dalam es ketan hitam. Aku bersyukur atas hidupku, tentang segala hal yang terjadi dan boleh terjadi dalam hidupku sampai detik ini.

Sesampai dirumah, aku mendapat pesan dari salah satu teman baik ku (kali ini aku tidak perlu sebutkan namanya) dalam pesannya dia menulis : “delt… Makasih ya! Selalu ada buatku, tidak menyalahkan tapi memberi pebenaran, tidak menghujat tapi mengarahkan, tidak menghakimi tapi tetap ngasih masukan positif. Tidak mudah menjadi teman ku tapi kamu selalu ada sebagai teman ku.”
Aku membalas pesannya : “Aku merasa tidak melakukan apapun, justru aku belajar banyak darimu ”
Lalu dia membalas lagi : “Tapi kamu tidak pernah meninggalkanku.”

Seketika aku merasakan Tuhan menjawab pertanyaanku. Bahwa memang benar aku tidak memiliki apa-apa, tapi saat aku hadir memberikan waktuku untuk orang lain ada orang lain yang memiliki aku. Bukan uang, makanan, atau barang mewah yang dia butuhkan namun kehadiran.

Bersyukur saat aku tidak memiliki apapun, Tuhan masih memberiku hati dan waktu untuk aku bisa berbagi hati dan waktu untuk orang lain.

Ada orang yang memberi karena hartanya yang berlimpah, namun ada orang yang memberi karena waktunya yang berlimpah. Jangan merasa tidak mampu untuk memberi, karena memberi bisa dengan apapun yang kamu miliki.

#30haribercerita #30hbc1905

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.