Matahari Satu Langit Kita Sama

Matahari kita satu, terbit dan tenggelam dengan matahari yang sama. Lantas apakah matahari diciptakan dengan Tuhan yang berbeda? Hingga sampai kini sudah berapa matahari terbit dan tenggelam kau lalui namun masih saja ribut soal agama dan Tuhan mana yang paling benar.

Aku bersyukur kalau aku lahir dan tumbuh dalam keluarga yang beragam, berbeda keyakinan. Meski demikian kami saling menjaga serta menghormati tradisi satu dengan yang lain. Walau kami berbeda-beda kami tetap satu simbah. Baik Lebaran maupun Natal kami kumpul bersama.

Melihat Negaraku yang beragam budaya dan tentu saja keyakinannya, kadang suka geli sendiri kalau masih ada diantara kita yang beranggapan sekumpulannya yang paling benar. Meski beda tanah yang dipijak, langit kita masih tetap sama, matahari kita juga sama.

Jadi, benar dan salah itu biarkan pribadimu dan Tuhan yang menilai. Tradisi dan budaya biarlah tetap ada dan tugas kita saling menghormati dan menghargai. Tak perlu merasa paling benar jika kita masih belum sempurna.

📷 By me

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1914 #reflection

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.