Review Film Flint 2012

Flint 2012

photo by google

Terlalu lama dirumah, terhitung sejak pandemi dan perusahaan tempatku bekerja memberlakukan Work From Home. Banyak waktu aku habiskan dengan menonton film  melalui aplikasi. Salah satunya Film tahun 2012 yang mungkin telat aku review, tapi dari pada tidak sama sekali, baiknya aku mulai coba review Film Flint yang mengambil latar salah satu kota kecil di Moskow.

Dalam Film Flint ini, terbagi dalam 4 Episode. Merupakan TV mini seri. Setelah ini kamu bisa lanjut baca review Film Flint Redepmtion (2013) yang merupakan season selanjutnya. Flint bercerita tentang kekecawaan seorang veteran angkatan darat bernama Mayor Andrei Shamanov. Season 1 Flint, menceritakan perjalanan Shamanov ke sebuah kota kecil di Moskow untuk mengunjungi seorang teman bernama Tolik Zakharov. Kelak kita akan tahu semua teman Shamanov telah meninggal. Namun tak disangka, Shamanov menjadi buronan di kota tersebut. Lantaran Shamanov tidak menyukai keganjilan yang terjadi di kota kecil itu, membuat Shamanov berhadapan dengan Mayor Gavrilov, kepala kepolisian daerah itu.

Episode 1 – The Shaman. Menceritakan Shamanov yang berjumpa dengan Natsya seorang wanita pelayan cafe, kelak kita akan tahu mereka pasangan. Shamanov ditangkap oleh petugas kepolisian karena dianggap tidak sopan. Saat memberikan identitas dirinya, seorang polisi tidak teliti dalam membaca siapa Shamanov, sehingga memiliki belati yang ia bawa. Kemudian di kantor Polisi, kepala kepolisian Gavrilov akhirnya membebaskan Shamanov dan meminta maaf atas perbuatan anak buahnya.  Shamanov menyelamatkan Natsya dari perbuatan tidak senonoh Gavrilov saat berada di ruangan kantornya. Yang berujung pada kekacauan. Gavrilov menjadi marah besar dan dendam, serta memburu Shamanov dengan membabi buta.

Episode 2 – Shoot The Kill. Menceritakan perburuan Gavrilov di hutan. Namun Shamanov sangat berbakat dan terlatih. Sehingga memancing mereka untuk masuk ke dalam hutan, yang sebelumnya sudah ia persiapkan menjadi arena pertempuran. Shamanov menggunakan cara cerdik untuk melumpuhkan mereka namun Shamanov tidak pernah berniat untuk membunuh. Sangat mempesona melihat Film ini, seperti mungkin tidak mungkin. Bagaimana Shamanov seorang diri melawan kepungan banyak polisi.

Episode 3 – Wounded. Akhirnya Gavrilov harus menggunakan helikopter untuk melakukan perburuan. Meski sudah diperingatkan oleh Kolonel Voronov yang merupakan teman baik Shamanov selama di Angkatan Darat. Gavrilov semakin membabi buta. Akhirnya Shamanov tertembak dan jatuh dalam sungai. Namun tentu saja ada keajaiban terjadi, saat Kakek Natsya menemukannya. Gavrilov merasa Ia sudah menang, namun Voronov mengatakan bahwa Shamanov sangat berbakat dan Ia dikenal sebagai seorang yang mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun. Shamanov bertemu kembali dengan Natsya, karena sang Kakek menemukannya di sungai dan membawanya pulang ke rumah.

Episode 4 – Freedom. Tentunya ini adalah bagian akhir dari season 1. Namun aku hanya akan menuliskan pesan yang sangat mengena saat aku menonton Film ini.

“Yang menakutkan adalah Lahir dan menjadi Bajingan, Hidup namun tidak mengerti Kehidupan”

Setiap orang pernah merasakan kecewa terhadap apapun yang pernah terjadi dalam hidup kita. Entah karena keputusan yang kita ambil atau karena keadaan. Namun saat aku menonton Film ini, bukan saja sekadar hiburan bagiku ditengah Pandemi, sekali lagi dalam setiap Film yang aku lihat, selalu menjadi cermin untuk aku melihat diriku dalam memaknai hidup. Meski terluka dan kecewa, aku belajar dari Shamanov untuk tetap melakukan apa yang benar, meski Ia harus berjuang sendirian. Nanti dalam season 2 kita bisa lihat lagi Bagaimana Shamanov berjuang seorang diri dan hanya mengandalkan semesta. Jadi dalam season 1 Flint, aku mendapatkan 3 point.
1. Belajar bertahan dalam kondisi apapun, contohnya bertahan saat kita menghadapi Pandemi seperti sekarang meski Film tahun 2012 namun masih relevan buat ditonton saat ini.

2. Kita harus cerdik seperti ular namun tetap tulus seperti merpati. Shamanov memasang ranjau dalam arena yang ia ciptakan karena ia sadar akan  sulitnya menghadapi banyak orang saat ia sendirian. Namun hatinya tidak ingin membunuh sekalipun, Ia hanya membuat luka supaya musuhnya sadar. Gavrilov meski memburunya dengan dendam dan berulang kali hendak menghabisinya Shamanov tidak membunuh Gavrilov walau kesempatan itu selalu ada.

3. Kalau hidup kita tak dapat menjadi manfaatnya untuk orang lain setidaknya kita jangan menjadi banjingan. Tidak perlu mengganggu kehidupan orang lain apalagi mengusiknya. Lakukan saja apa yang benar untuk kehidupan bukan untuk hidup. Dalam masa pendemi ini, ayoklah kita jangan hanya memikirkan bagaimana hidup kita saja, tapi bagaimana kehidupan ini berjalan, berputar dan seimbang. Jangan hanya mikirin diri sendiri tapi lihat sekeliling kita.

Semoga review ini bermanfaat untuk kita semua, pastikan juga kalian nonton.

“Kita bukan orang biasa. Dunia ini tidak memiliki pagar, kita bertanggungjawab atas kehidupan di Planet ini”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.