Review Film KL Special Force

KL special force movie

Judul : KL Special Force
Genre : Action, Adventure
Tahun : 2018

Ini film Malaysia pertama yang aku lihat. Bercerita tentang perompak yang merajalela dan membuat polisi Malaysia kewalahan. Alur yang dipakai maju – mundur. Disela-sela cerita akan ada kisah balik di masa lalu, supaya kita dapat memahami cerita film ini dengan lebih baik.

Lan selain sebagai polisi, ia juga suami dari Diana dan Ayah dari Amira (8 thn) Kejahatan yang dilakukan Arsyaf bersama kelompok perompaknya membuat Lan harus banyak mengesampingkan waktu untuk keluarga, tak mudah bagi Lan berada diposisinya saat ini. Sebagai seorang Polisi yang mendapatkan tekanan dan sekaligus tawaran yang menggiurkan dari Arsyaf untuk membantunya mewujudkan ambisi-ambisinya juga dendam semasa kecilnya. Namun Lan bukanlah polisi yang mudah tergiur oleh banyaknya uang yang Arsyaf tawarkan. Lan memiliki karakter yang kuat, dan berpendirian tetap sekaligus pintar dalam berstrategi. Hingga kehadiran Zul membuat semua rencana Lan kacau. Zul merupakan polisi muda yang ditugaskan membantu Lan, namun kecurigaan Zul terhadap Lan membuat segala rencana Lan kacau. Hingga terjadi baku tembak yang cukup mengerikan. Dalam baku tembak antara Polisi dan kelompok perompak Arsyaf, Lan menembak adik Arsyaf hingga meninggal. Kejadian tersebut membuat Arsyaf murka. Dan melakukan serangan balik saat Amira (putri Lan) mengadakan acara ulang tahun. Amira terkena tembakan Arsyaf tepat di kaki kirinya. Saat paling menyedihkan ketika Lan berada di rumah sakit dan mendengarkan keinginan Amira untuk menjadi seorang Polisi seperti Ayahnya, namun putri kecil itu mengetahui semua impiannya musnah akibat kakinya yang tertembak dan harus diamputasi. Lan sangat sedih sekaligus marah. Hingga salah paham terjadi diantara Lan dan Zul. Mereka berdua memiliki pemikiran masing-masing, memiliki asumsi sendiri-sendiri.

KL Special Force

Zul Polisi muda yang bersih namun pengalamannya tak cukup banyak dan terlalu gegabah. Sehingga apapun yang dilakukan Zul dengan maksud baik menjadi berantakan akibat terlalu gegabah.
Pada akhir cerita, Arsyaf berusaha membujuk Zul supaya ada dipihaknya, namun upaya tersebut sia-sia. Arsyaf sendirian.
Arsyaf memiliki karakter pendendam, ambisius, cerdik, namun yang sebenarnya memiliki hatinya yang baik, hanya saja tertutup karena dendam dan amarahnya yang tersimpan sejak kecil.

Aku belajar banyak hal dari menonton film KL Special Force, dimana pengetahuan dan hati harus seimbang. Cerdik, pintar saja tak cukup untuk bekal hidup yang menyala, namun akan lengkap jika hati kita pun terarah pada semesta. Aku suka kalimat penutup dalam cerita ini, yang menyampaikan bahwa :

“Dunia ini tidak akan musnah karena orang jahat, namun dunia akan hilang karena orang yang mengetahui kebenaran hanya berdiam diri.”

Semoga review ini bermanfaat bagi kita semua. Pastikan kalian menonton, siapa tahu kalian punya sudut berbeda dari apa yang aku sampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.