Waktu Jeda

Waktu Jeda
Tumbang juga aku hari ini. Berasa berat badanku bertambah satu ton, hingga ta mampu berdiri beranjak dari tempat tidurku. Antara kenyataan dan keinginan tidak sinkron seperti cursor pada mouse komputer yang enggan untuk digerakan, terhenti begitu saja. Hey, apa yang terjadi? Keinginan mencuci hari ini sirna begitu saja karena tangan yang tetiba kaku enggan digerakan dan tak berdaya. Terlalu lelah…
Butuh waktu sejenak untuk merefresh, akhirnya aku pilih untuk berbaring dan tidak melakukan apapun meski cucian kadung terendam.

Kalau sudah begini, aku baru mau istirahat. Sambil merefleksi apa yang kemarin kukerjakan hingga akhirnya aku harus diam. Terlalu aktif dan menguras tenaga itu enggak baik, pikirku sambil tetap terbaring. Tapi bukannya aku harus terus bergerak kalau mau hidup. Perang batin dalam hati terus bergumul siang tadi dan kuputuskan sudahlah aku cuma kurang tidur. Sesaat pun aku terlelap.

Menjelang sore aku bangun lebih fresh. Tanpa ragu langsung melanjutkan niat awalku untuk mencuci dan beberes. Dan benar saja ternyata aku hanya perlu istirahat, hanya dalam waktu kurang dari dua jam semuanya selesai.

Kunikmati sore ini dengan lebih tenang sambil menulis dua cerita karena kemarin aku enggak sempat. Sambil menikmati kopi dan singkong rebus hasil panen tetanggaku. Waktu untuk memanjakan diri dan istirahat sebelum esok memulai kembali segala agenda yang sudah menanti.

📷 By me
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1920 #waktujeda #istirahat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.