
Cerita kemarin belum sempat terupload, karena sibuk nyiapin berkas dan terjebak hujan. Antara mau nekad hujan-hujan namun banyak berkas yang kubawa membuatku enggan beranjak dan memilih menunggu hujan reda.

Cerita kemarin belum sempat terupload, karena sibuk nyiapin berkas dan terjebak hujan. Antara mau nekad hujan-hujan namun banyak berkas yang kubawa membuatku enggan beranjak dan memilih menunggu hujan reda.

Dia Tertawa Aku Terkejut
Ceritaku dimulai dari sini, ya dari tempat biasa aku makan. Sebuah warung makan langganan dekat rumahku.
Saking seringnya aku makan diwarung ini, para pelayan dan penjualnya hafal sekali dengan apa saja yang aku pesan. Termasuk sedotan plastik yang dari awal selalu kutolak. Kali ini aku tidak akan bercerita tentang pantang plastik yang menjadi komitmenku tahun ini. Tapi tentang suasana dan juga orang yang sering makan disini seperti aku.

Waktu Jeda
Tumbang juga aku hari ini. Berasa berat badanku bertambah satu ton, hingga ta mampu berdiri beranjak dari tempat tidurku. Antara kenyataan dan keinginan tidak sinkron seperti cursor pada mouse komputer yang enggan untuk digerakan, terhenti begitu saja. Hey, apa yang terjadi? Keinginan mencuci hari ini sirna begitu saja karena tangan yang tetiba kaku enggan digerakan dan tak berdaya. Terlalu lelah…
Butuh waktu sejenak untuk merefresh, akhirnya aku pilih untuk berbaring dan tidak melakukan apapun meski cucian kadung terendam.