Bukit Kosakora

Hai, rasanya seperti setahun sekali saya mengupdate blog ini. Belum bisa intens / rutin setiap saat. Harapan nya sih bisa rutin, masih belajar untuk memiliki waktu khusus sehingga menulis blog bisa saya lakukan setiap saat dan update yaa…

Oke, tahun 2016 ini banyak hal yang sudah terjadi dan akan terjadi. Hidup itu akan terus bergulir, namun jangan hanya mengikuti arus saja tapi hendaknya kita punya prinsip, supaya ga terombang-ambing dilautan kehidupan yang masih terus kita arungi.

Awal tahun 2016 saya bersyukur sekali menempati rumah baru, bersyukur juga bisa memulai trip lagi setelah sekian lama (ga berasa setahun sudah) berdiam diri dalam suatu rutinitas. Kali ini diliburan bulan Mei tepatnya tanggal 5-6 Mei 2016 saya dan beberapa teman mencoba pergi ke satu tempat yang sudah lama ngehits. Bukit Kosakora. Namun kami berangkat di Tgl 4 sore dan pulang Tgl 5 Mei sehingga masih punya 1 hari libur untuk prepare rutinitas selanjutnya. Sebenarnya saya sudah tau tempat ini dari tahun lalu, namun baru kali ini sempat kesana untuk ngecamp dan santai bersama alam. Kami janjian jam 18.00 sepulang kerja untuk cuz ke Gunung Kidul. Namun dikarenakan satu dan lain hal yang spontanitas menjadi trip dadakan dengan 6 peserta ini membuat jam kumpul molor. Kami bertemu di pom bensin sebelum masuk wonosari Jam 19.30 Dan tanpa berbasa-basi lagi kami langsung melaju menuju Pantai Drini. Ohh no, kami sempat tersesat, sebenernya tidak tersesat namun lebih tepatnya kami melalui arah jalan memutar. Ini membuat kami berjalan waspada dikarenakan kami melintasi hutan nan sepi dimalam hari. wow ini pengalaman luar biasa buat saya secara pribadi. Melawan rasa takut didalam hati dan hawa dingin nan lembab, saat seperti inilah diantara kami saling waspada. Kami berenam dengan 4 motor. Begitu sampai jalan besar, rasa lega ada dalam hati kami setelah sekitar 45 menit melintas hutan nan sepi. Selanjutnya perjalanan mulai lancar dan kami tiba di Pantai Drini Jam 21.00 Kami parkir motor dan berkemas untuk mulai berjalan kaki menuju Bukit Kosakora.

Kami berjalan naik bukit disebelah pantai Drin, setelah itu kami berjalan di sabana yang luas (kami mengetahuinya esok harinya, karena pada malam hari kami hanya berjalan setapak menggunakan senter) Kami sampai disatu tempat yang luas dan datar, dipinggir pantai. Dengan pertimbangan waktu yang masih lama kami memutuskan untuk camp ditepi pantai itu. Yang kami baru mengetahuinya, bahwa pantai itu adalah Pantai Watu Bolong. Kami bergegas mendirikan tenda, menyiapkan air panas, dan setelah tenda berdiri kami mulai santai menikmati angin pantai dan segelas kopi, beberapa ada yang menyantap makanan ringan yang mereka bawa dan ada juga yang sibuk masak. Udara dipantai ini tak begitu terasa dingin dibandingkan ketika saya camp di pantai Sadranan. Kami bercanda tawa menikmati indahnya malam itu, dari yang tidak saling kenal menjadi saling kenal dan akrab hanya dalam hitungan menit. Saat seperti ini yang saya suka, saat semua jauh dari apapun dan hanya ada kami disanalah kami saling berbagi apapun. Cerita masa kecil, masa lalu dan akhirnya motivasi diri sendiri untuk tetap melangkah kedepan.

Kami tidak ingin bergadang semalaman karena pagi hari ini kami ingin segera sampai di bukit sebelum matahari terbit. Akhirnya kami tidur, beberapa ada yang tetap terjaga, dua teman saya tidur didalam tenda, saya dan teman saya memilih tidur diluar tenda. Saya lebih suka tidur diluar sambil memandang bintang dilangit sambil menikmati deburan ombak yang menghantam batu karang ditepi pantai. Malam itu kami bisa tertidur dengan pulas, dan tepat jam 04.00 pagi kami breafing untuk hiking ke puncak kosakora. Dari Watu Bolong kami melintas bukit dan sampai di Pantai Ngrumput. Di Pantai Ngrumput biasanya banyak yang ngecamp juga disini, biaya untuk camp disini sekitar 15.000 per tenda/malam. Dari Pantai Ngrumput kita harus melintas 1 bukit lagi yang puncak nya dinamakan Kosakora. Ada retribusi untuk nanjak di bukit ini, sebesar 2.000/orang. Untuk sampai di puncak nya hanya sekitar 20 menit saja. Dan kami sampai di puncak sekitar jam 05.00 dan masih gelap hanya puncak sudah penuh dengan orang yang mendirikan tenda dan bermalam disana. Penuh sekali ternyata. Dan kami memutuskan untuk duduk menghadap pantai ngrumput dan pantai drini. Sebagai catatan saja, kalau mau camp di puncak Kosakora sebaiknya datang sebelum jam 17.00 karena puncak Kosakora ini memang terkenal dengan sunset nya yang cantik, sehingga kebanyakan orang camp disana untuk menikmati sunset nya. Meski demikian untuk menikmati sunrise kami mendapatkan spot yang oke juga ditempat yang tidak ada orang yang kesana. Saya dan team akhirnya menetapkan ditempat ini saja kita menghabiskan sinar matahari yang terbit, sambil sarapan bekal yang kita bawa.

Cantik juga kan sunrise nya. Oke, saatnya kami turun dan bermain dipantai. Gak seru rasanya kalau belum pegang air lautnya. Jam 07.00 kami memutuskan untuk turun, meski sebenarnya kami masih ingin berlama-lama memandang keindahan alam ini dari atas. Perjalanan turun lebih cepat tentunya karena kami tak perlu lagi alat bantu senter sebagai penuntun jalan setapak kami. Semua lebih terlihat jelas, jalan-jalan yang kami lalui semalam.

Berhati-hati yaa saat turun, meski ada pegangan bambu dikanan dan kiri tetap saja harus berhati-hati. Dan nikmatilah udara juga pemandangan yang ada, puas-puasin mata dan hilangkan pikiran membuat kamu tertekan atau penat.

Setelah puas bermain air dan basah-basahan saat nya kami bebenah dan pulang. Eitss jangan lupa bawa pulang kembali sampah-sampah nya yaa. Kami hanya singgah sebentar di pantai Ngrumput, mengingat kami meninggalkan barang bawaan kami dan tenda di pantai watu bolong. Yang ada hanyalah keceriaan, kebahagiaan, dan rasa syukur atas nikmat alam yang Tuhan sudah ciptakan untuk kita. Nikmati dan tetap harus dijaga tentunya.

Bagi yang suka nanjak, mungkin melintas bukit kosakora ini tidak ada tantangannya. Namun bagi yang suka menikmati alam, boleh dicoba kesini untuk ngecamp bersama teman sekedar untuk bersantai dengan alam. Yang mau mencoba hidup di alam bebas, juga bisa coba tempat ini. Jangan lupa melestarikannya, supaya tetap asri.

2 thoughts on “Bukit Kosakora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.